Cuaca kali ini mungkin sama dengan suasana hati. Terkadang tak dapat diprediksi. Saat ini lagi bahagia
dengan sejuta tuntutan profesionalisme pekerjaan dan tujuan hidup, tiba-tiba ada persoalan dalam perjuangan tersebut menghadang. Saat ini masih tersenyum dan tertawa, tiba-tiba berita duka datang menyayat hati dan menghilangkan gairah hidup. Saat ini sedang menyusun rencana untuk masa depan yang lebih gemilang, tiba-tiba musibah datang merubah perencanaan itu.
Apa yang sebenarnya terjadi dalam kehidupan kita, mengapa kita seperti manusia yang saling tak memiliki rasa itu. Manusia yang seharusnya menjadi makhluk yang termulia karena ciptaanNya, justru membuatNya bersedih akan tindakan yang lebih buruk dari ciptaanNya yang lain.
Kita adalah kita, jangan selalu melihat dimana letak kesalahan orang lain, dimana kelemahan dia, dimana kebencian kita akan kritikan yang ia beri. Mengapa begitu susah untuk mengakui kesalahan jika kita memang salah? Dan mengapa begitu angkuh untuk meminta maaf ketika kita menimbulkan pertikaian dan perselisihan? Bukankan hidup berdampingan itu baik dan nikmat? Lalu mengapa kita harus menciptakan ambisi dalam keegoisan jiwa kita sendiri? Tak ada gunanya hidup dalam istana kebusukan dan keegoisan yang kita bangun dengan kemunafikan diri.Semoga bermanfaat untumu dan untuk ku kawan,
Refleksi cuaca dan hidup,
Salam,
No comments:
Post a Comment
Berikan ide kreatif anda. Trimakasih, Tuhan Berkati.