Deraiannya meniadakan kegersangan tanah,Gerimisnya pun basahi sedikit demi sedikit kelam dalam pusara kepahitan,
Basah bukan karena permainan dari kelopak awan yang bermuram durja,
Namun demikianlah undangan alam padanya,
Hujan,
Saat dimana kepedihan seolah tertutupi,
Pun mampu memuaskan dahaga,
Walau tek sedikit yang terbuai,
Dalam pedih jiwa yang meronta-ronta,
Hujan,Kadang jiwa ingin terlelap dalam kesejukkanya,
Hingga diri enggan beranjak dari kasur impian,
Ketidakhadirnnya meresahkan jiwa yang membutuhkannya,
Namun, jika ia hadir dengan kelebihannya,
Banyak jiwapun yang kan tergenang oleh letupan airnya,
Hujan,
Terkadang aku pun menyatu bersamanya,
Deraian air mata berbaur mengikuti alirannya,
Luka batinku pun dibalut dengan dinginnya yang mencekam,
Hingga larut bersama kepedihan,
Namun,
Sejuknya menyadarkanku,
Tentang arti dimana aku berpijak,
Bahwa setiap kejadiaan ada saat dan masanya.
Salam,
No comments:
Post a Comment
Berikan ide kreatif anda. Trimakasih, Tuhan Berkati.